Welcome To this Blog

Tuesday, March 27, 2012

Mengapa Hukum dari Ajaran Para Rasul itu Berbeda-beda antara Rasul yang 1 dengan Rasul yg lainnya ??


Inilah sebenarnya yang menjadi pertanyaan. Apabila nabi-nabi itu semuanya dari Allah SWT, mengapa ajaran-ajaran mereka itu berbeda-beda satu sama lainnya? Jawaban pertanyaan ini ialah bahwa bila keadaan itu tetap sebagaimana biasa, maka tidak perlu dikeluarkan petunjuk yang berbeda-beda. Tetapi sewaktu keadaan itu sudah berubah maka suatu kebijaksanaan bahwa ajaran itu harus berbeda. Pada masa Adam a.s, umat manusia itu hidup dalam 1 tempat oleh karena itu maka ajaran yang coraknya satu itu telah mencukupinya. Hingga zaman Nabi Nuh a.s, umat manusia itu merata diberbagai dunia ini. Tetapi pengaruh dari pada ajaran Nuh a.s ini mulai berkurang. Maka datanglah rasul-rasul lain dan pengaruh mereka berangsur-angsur berkurang pula dan tiap-tiap rasul diutus untuk kaumnya masing-masing dan untuk masa tertentu.

Inilah yang menyebabkan adanya perbedaan hukum-hukum antara 1 ajaran dengan lainnya, terutama lagi karena akal manusia belum benar-benar berkembang. Karena kecerdasan umat manusia belum berkembang, maka untuk tiap negeri dikirim utusan yang sesuai dengan perkembangan pikiran yang ada dalam waktu itu.

Tetapi sewaktu umat manusia itu sudah maju dan makin banyak negeri yang ditempati dan jarak antara 1 negeri dengan lainnya menjadi tidak berarti lagi dan alat-alat komunikasi menjadi lebih baik maka fikiran orang mulai menghargai akan perlunya ajaran universal yang mencukupi untuk mengurus kehidupan seluruh umat manusia. Lalu Allah SWT pun mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul & Nabi yang terakhir untuk mengajarkan ajaran yang universal dan untuk seluruh umat manusia.

Sebelum datangnya Nabi Muhammad SAW, tidak ada seorang Nabi-pun yang diutus kepada seluruh umat manusia dan sebelum Al-Qur’an tidak ada sebuah kitab sucipun yang ditujukan kepada seluruh umat manusia.
Seperti dalam Qs. Al-A’raaf(7) : 158 ::
“katakanlah hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan selain dia yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimatNya (kitab-kitabNya) dan ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk.”

Dengan ini jelaslah bahwa tujuan penurunan Al-Qur’an adalah untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan itu dan untuk menghapuskan perbedaan. Perbedaan itu tidak bisa dicegah karena terbatasnya ajaran ajaran Nabi-Nabi yang dulu. Apabila Al-Qur’an tidak diturunkan maka perbedaan itu akan berlangsung. Dunia tidak akan mengenal Sang Pencipta Yang Esa yaitu Allah SWT dan juga tidak dapat memahami bahwa penciptaannya itu mempunyai tujuan yg agung.


sumber    :: Al-Qur'an & Terjemahnya
wrote by  :: Siti Nurbaya

No comments:

Post a Comment