Inilah sebenarnya yang
menjadi pertanyaan. Apabila nabi-nabi itu semuanya dari Allah SWT, mengapa
ajaran-ajaran mereka itu berbeda-beda satu sama lainnya? Jawaban pertanyaan ini
ialah bahwa bila keadaan itu tetap sebagaimana biasa, maka tidak perlu
dikeluarkan petunjuk yang berbeda-beda. Tetapi sewaktu keadaan itu sudah
berubah maka suatu kebijaksanaan bahwa ajaran itu harus berbeda. Pada masa Adam
a.s, umat manusia itu hidup dalam 1 tempat oleh karena itu maka ajaran yang
coraknya satu itu telah mencukupinya. Hingga zaman Nabi Nuh a.s, umat manusia
itu merata diberbagai dunia ini. Tetapi pengaruh dari pada ajaran Nuh a.s ini
mulai berkurang. Maka datanglah rasul-rasul lain dan pengaruh mereka
berangsur-angsur berkurang pula dan tiap-tiap rasul diutus untuk kaumnya
masing-masing dan untuk masa tertentu.
Inilah yang menyebabkan
adanya perbedaan hukum-hukum antara 1 ajaran dengan lainnya, terutama lagi
karena akal manusia belum benar-benar berkembang. Karena kecerdasan umat
manusia belum berkembang, maka untuk tiap negeri dikirim utusan yang sesuai
dengan perkembangan pikiran yang ada dalam waktu itu.
Tetapi sewaktu umat
manusia itu sudah maju dan makin banyak negeri yang ditempati dan jarak antara
1 negeri dengan lainnya menjadi tidak berarti lagi dan alat-alat komunikasi
menjadi lebih baik maka fikiran orang mulai menghargai akan perlunya ajaran
universal yang mencukupi untuk mengurus kehidupan seluruh umat manusia. Lalu
Allah SWT pun mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul & Nabi yang terakhir
untuk mengajarkan ajaran yang universal dan untuk seluruh umat manusia.
Sebelum datangnya Nabi
Muhammad SAW, tidak ada seorang Nabi-pun yang diutus kepada seluruh umat manusia
dan sebelum Al-Qur’an tidak ada sebuah kitab sucipun yang ditujukan kepada
seluruh umat manusia.
Seperti dalam Qs.
Al-A’raaf(7) : 158 ::
“katakanlah hai manusia
sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua yaitu Allah yang mempunyai
kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan selain dia yang menghidupkan dan
mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, Nabi yang ummi yang
beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimatNya (kitab-kitabNya) dan
ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk.”
Dengan ini jelaslah
bahwa tujuan penurunan Al-Qur’an adalah untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan
itu dan untuk menghapuskan perbedaan. Perbedaan itu tidak bisa dicegah karena
terbatasnya ajaran ajaran Nabi-Nabi yang dulu. Apabila Al-Qur’an tidak
diturunkan maka perbedaan itu akan berlangsung. Dunia tidak akan mengenal Sang
Pencipta Yang Esa yaitu Allah SWT dan juga tidak dapat memahami bahwa
penciptaannya itu mempunyai tujuan yg agung.
sumber :: Al-Qur'an & Terjemahnya
wrote by :: Siti Nurbaya
No comments:
Post a Comment