Welcome To this Blog

Tuesday, January 17, 2017

Tulisan.. Aku Merindukanmu

Nggak tau deh udah berapa lama saya nggak ngeblog lagi. Sebenarnya ini blog dulu saya buat untuk tugas praktek saat masih di SMK loh dan ini blog benar benar nggak terawat. Mau saya delete tapi kok sayang karena memang ini kayak memory saya sewaktu smk dan juga pas dulu semangat semangatnya ngepost tentang yang berkaitan dengan agama supaya informasi yang saya baca juga kesebar. Hehe

Kan ilmu kalo disebar yang meyebarkan mendapat pahala juga tuh :p 
Dulu jaman jaman masih polos dan sekarang bukannya nda polos lagi tapi karena saya udah mau jalan 23 tahun jadi otak udah mulai terkontaminasi sama banyak hal mulai dari kerja, mikirin cari uanglah ya intinya kalo sekarang. Tapi kalo dipikir pikir banyak juga waktu luang saya dan berhubung laptop saya udah rusak sekitar 1 tahunan jadi gak bisa deh nyalurin hobi nulis yang terpendam. Ini pun saya nulis blog karena pakai komputer kantor. hehe . lumayan pas senggang dan memang kangen banget sama dunia tulis menulis yang udah lama saya tinggalin.

Sunday, January 13, 2013

Dari Gembala ke Manajer

Dalam tradisi keluarga terhormat Arab masa itu, bayi tidak disusui sendiri oleh Sang Ibu. Ia diserahkan pada orang lain yang menjadi Ibu susu. Demikian pula Muhammad. Beberapa hari, ia disusui oleh Tsuaiba -budak paman Muhammad, Abu Lahab, yang juga tengah menyusui Hamzah -paman lainnya yang seusia Muhammad. Kemudian ia diserahkan pada Halimah, perempuan miskin dari Bani Saad yang mencari pekerjaan sebagai Ibu susu.

Semula Halimah menolak Muhammad. Ia menginginkan bayi yang bukan seorang yatim, dan keluarganya sanggup membayar lebih mahal. Tak ada bayi lain yang bisa disusui, Halimah pun membawa Muhammad ke kampungnya. Suasana perkampungan Bani Saad disebut lebih baik bagi pertumbuhan anak dibanding 'kota' Mekah. Udara di sana disebut lebih bersih, bahasa Arab-nya pun lebih asli. Di masa bersama Halimah itulah tersiar kisah mengenai Muhammad kecil.


Menjelang Kelahiran

  
Muhammad adalah keturunan Nabi Ismail -nabi dengan 12 putra yang menjadi cikal bakal bangsa Arab. Para nenek moyang Muhammad adalah penjaga Baitullah sekaligus pemimpin masyarakat di Mekah, tempat yang menjadi tujuan bangsa Arab dari berbagai penjuru untuk berziarah setahun sekali. Tradisi ziarah yang sekarang, di masa Islam, menjadi ibadah haji. Salah seorang yang menonjol adalah Qusay yang hidup sekitar abad kelima Masehi.

Tugas Qusay sebagai penjaga ka'bah adalah memegang kunci ('hijabah'), mengangkat panglima perang dengan memberikan bendera simbol yang dipegangnya ('liwa'), menerima tamu ('wifadah') serta menyediakan minum bagi para peziarah ('siqayah').

Ketika lanjut usia, Qusay menyerahkan mandat terhormat itu pada pada anak tertuanya, Abdud-Dar. Namun anak keduanya, Abdul Manaf, lebih disegani warga. Anak Abdul Manaf adalah Muthalib, serta si kembar siam Hasyim dan Abdu Syam yang harus dipisah dengan pisau. Darah tumpah saat pemisahan mereka, diyakini orang Arab sebagai pertanda keturunan mereka bakal berseteru.

Wednesday, March 28, 2012

The Best Moment


Kenangan yang paling indah dihidupku adalah kenangan saat aku di SMK. suatu perasaan yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Yangmana perasaan saling menyayangi antar teman.

Aku sangat senang saat itu. Selama aku SD & SMP, aku sama sekali tidak mengenal pertemanan yang sejati dan pertemanan yang seindah ini. Pertemanan yang membawamu ingat akan akhirat, teman yang mengingatkanku bila aku salah, teman yang ada untuk tempatku berbagi perasaan yang kurasakan.

Sekarang kurang lebih tinggal 1 bulan lagi kita akan  bersama-sama disekolah. Saat saat bahagia dan sedih saat kita di SMK, lama kelamaan akan berkurang.
Lalu setelah itu, setelah kita lulus mungkin kita tidak akan bisa berkumpul lagi seperti dulu, setiap orang akan disibukkan oleh kegiatan mereka masing-masing, akan ada yang sibuk dengan tugas kuliah,  ada yang sibuk bekerja, dsbg. Akan susah bagi kita untuk berkumpul lagi seperti pada saat di SMK.

Dikisahkan dalam suatu majlis kecil antara rasulullah dan para sahabatnya, seorang Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat?

Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama?
Para sahabat menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.
Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan?
Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala.
Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka (umat ini) berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Ini adalah tempat kami, sampai Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan datang, kami tentu mengenal-Nya.
Lalu Allah Taala datang kepada mereka dalam bentuk-Nya yang telah mereka kenal. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian.
Mereka pun berkata: Engkau Tuhan kami. Mereka mengikuti-Nya. Dan Allah membentangkan jembatan di atas neraka Jahanam.

Seperti apa tanah di Surga?? Nabi Muhammad SAW bersabda : Tanah surga berwana putih, halamannya ada batu-batu dari kapur barus dan dikelilingi oleh kesturi seperti bukit pasir. (H.R. Ibnu Abu Dunya)

Dari Abu Hurairah r.a. berkata : “Wahai Rasulullah terangkan kepada kami tentang surga dan bangunannya? Rasulullah SAW bersabda : Batu batanya dari emas dan perak, adukannya beraroma kesturi. Kerikilnya adalah mutiara lu’lu’ dan mutiara yakut. Tanahnya adalah za’faran (H.R. Ibnu Khuzaimah, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban dan Tirmidzi)

Dari Zuhri dari Anas bin Malim r.a. berkata bahwa Abu Dzar berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : ternyata di dalam surga ada kubah dari mutiara dan tanahnya beraroma kesturi” (H.R. Bukhari Muslim)

Seperti apa Tanaman di Surga??

Kedua surga itu memiliki pohon-pohonan dan buah-buahan (Q.S. Ar-Rahman : 48).
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) dan naungan yang terbentang luas. Dan air yang tercurah. Dan buah-buahan yang banyak. Yang tidak berhenti buahnya dan tidak terlarang mengambilnya (Q.S. Al-Waqi’ah : 27-33)

Dari Abu Hamid dari Abu Hurairah r.a. berkata Rasulullah SAW bersabda : Tak ada satu pohon pun di surga kecuali batangnya terbuat dari emas (H.R. Tirmidzi)
Dan diantara beraneka pohon surga itu terdapat sebuah pohon teramat besar yang bernama Thuba

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebatang pohon di mana seorang pengendara (bilamana) menempuh luas bayangannya selama seratus tahun. (H.R. Muslim No.5054)